Showing posts with label Makan Besar. Show all posts
Showing posts with label Makan Besar. Show all posts

Monday, September 21, 2015

Monday Lunch Pangsit Mie Ayam Sambal Bawang

Yooot! Hari senin, tidak puasa  dan di rumah saat jam makan siang? Hmm, sedikit susah karena harus memikirkan menu makan siang sendiri. Yaa karena saya beberapa minggu ini tidak sarapan, jadi memikirkan menu makan siang rasanya menyenangkan. Jika ada makanan di rumah, ya tidak usah pusing memikirkan menu lunch. Saat Ibu di rumah memikirkan memasak apa untuk buka puasa, saya bingung makan siang apa. Lho Indah gak puasa? Libur cuy, padahal biasanya puasa sunnah ya entahlah. Haha...

Daripada pucing pala mermaid, jadinya buka aplikasi OpenSnap. Kalau pas niatnya wisata kuliner itu sudah biasa. Nah ini cari ide buat makan siang doang. Untungnya ada menu nearby place jadi bisa cari tempat makan di dekat rumah. Lalu nemu tempat Pangsit Mie Ayam Sambal Bawang yang saya juga pernah makan di food court ITC Surabaya. Ealah... ternyata ini juga jual dekat rumah saya toh, kuper binti kudet deh saya XD. Untungnya saya gak buta peta dan suka banget sama Map View di aplikasi ini. Biar gak kayak saya coba juga deh cari tempat makan yang deket rumah pake OpenSnap, segeralah meluncur ke play store, hahaha. Kalau mau pake fitur nearby place jangan lupa turn on your gps ya, hehe. 
Fitur-fitur di OpenSnap

Tempat makan yang Dekat Dengan Lokasi Saya
Baaaah, Indah banyak omong nih? Lho saya enggak banyak omong tapi banyak ketik, maklum exited banget searching tempat makan deket rumah. Jadi gimana rasanya, Ndah? Wuzz, santai dulu lah. Saya mau cerita kejadian waktu makan mie ini di food court. Memalukan, karena coba-coba menu dengan tingkat pedas level 1 tapi keringet kayak air keran waktu PDAM lagi bagus-bagusnya, nggobyos. Bagaimana bisa level 1 jadi sepedas itu? Mana waktu itu makan sendirian kayak orang jomblo (padahal mah emang jomblo). Malu coy dilihatin orang sefoodcourt haha. And today, saya ingin memesan dengan tingkat kepedasan yang sama tapi tidak ingin mengulangi kejadian memalukan yang sama. My brainy brain memikirkan untuk take away, ngahaha.
Suasana Depot Pangsit Mie Ayam Sambal Bawang
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Wow duit pas-pasan saya malah melirik menu paling mehong alias mahal. Yaitu Pangsit Mie Campur level 1. Jadi segala macam topping masuk di menu makan siang saya. Oh iya kalau makan ini saya selalu memesan mie yang hijau terbuat dari sayuran . Mie paling mahal di situ dan harganya IDR 15K dan tambah cibu rupiah kalau mau ganti ke mie hijau. Yap ternyata kemasan yang digunakan adalah dibungkus kertas minyak tapi dikasih stempel. Bagus lah bukan sterofoam. Apa sih mie ayam campurnya? Ternyata mie hijau dikasih topping daging ayam, jamur, dan ceker yang dimasak manis, satu buah bakwan, lalu dua pangsit rebus. Buat sayurannya ada selada. Maybe next time saya harus milih tanpa rasa pedas deh. Soalnya kejadian waktu di food court terulang kembali, untungnya makan di rumah jadi ga malu-maluin. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga yang namanya level satu bisa segitu pedas. Catatan banget nih buat yang gak suka pedas, jangan coba-coba minta di-level-in. Baru inget, namanya juga Mie Pangsit Sambal Bawang, nah itu sambal di Jogja terkenal pedes banget. Oh iya better way buat makan mie ini adalah tidak mencampurkan kuah dengan mie, agar rasa dari mie bisa tetap terjaga. Saya sendiri makan mienya tetap kering dan baru nyeruput kuah dengan tempat terpisah. Yang pengen makan nasi juga bisa pesan macam-macam penyetan yang dinamakan Cemet. Mienya dan toppingnya enak banget lho menurut saya. Sesuai banget sama harganya. Karena ada macam-macam topping jadi kalau serakah macam saya bisa pesan yang topping campur.
Menu-menu di Pangsit Mie Ayam Sambal Bawang
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Bentukan Take Away
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Mie Hijau dengan Topping Campur
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Tempatnya sendiri buka jam 11:00 sampai jam 22:00. Cukup luas sih tempatnya tapi sayang banget untuk parkirnya agak susah terutama buat yang bawa libom atau roda 4. Wah iya lupa, tempatnya di jalan Putro Agung Wetan 65E. Sekian laporan dari saya yang bingung nyari makan siang apa. Dan bersyukurlah saya serta kita semua yang saat makan masih bisa memilih mau makan apa J

Thursday, September 17, 2015

Resep Kwetiau Goreng Spesial

Resep ini adalah hasil coba-coba saya di dapur dan selamat mencoba juga.
Kwetiau Goreng Kreasi Dapur Saya
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Bahan-bahan:

  1. 400-500 gram kwetau basah ( saya lebih suka pakai yang basah, biasanya beli di Superindo)
  2. 2 siung bawang putih, cincang halus
  3. 2 sendok makan kecap manis
  4. 1 sendok makan kecap asin 
  5. 1 sendok makan saus tomat
  6. 1 sendok makan saus tiram
  7. 1/2 sendok teh merica bubuk
  8. Tauge
  9. Sawi hijau dipotong-potong
  10. 1 butir telur
  11. 150 gram cumi-cumi dipotong melingkar
  12. Baso sapi dipotong kecil
  13. 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis
Cara membuat:
  1. Lumuri dahulu kwetiau basah dengan kecap manis, saus tomat dan saus tiram
  2. Tumis bawang putih lalu masukkan telur diorak-arik sampai berbulir
  3. Setelah itu masukka tauge, sawi, baso, dan cumi. Tuangkan sedikit air untuk melunakkan.
  4. Masukkan kwetiau, merica bubuk, kecap asin. Dan masak sampai tercampur rata.
  5. Jangan dimasak terlalu lama agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  6. Sajikan selagi hangat untuk 4 porsi.

Nasi Goreng 78 Kapas Gading Madya Surabaya

Hobi makan di warung Chinese Food mungkin terbawa sejak ngekost di Jogja. Bagaimana tidak? Cuma di sana saya bisa makan sayuran yang cocok dengan lidah saya. Lalu terbawa sampai pulang ke Surabaya. Apalagi waktu kios samping rumah saya disewa dan dijadikan warung Chinese Food. Tambah bahagia saya, karena tinggal buka pagar rumah dan melangkah ke samping. Karena dekat dengan rumah dan lumayan sering ke sana kalau tidak masak di rumah. Tapi sayangnya satu porsi menu sana cuma cukup untu satu orang, bukan menu jumbo. Haha... Tempatnya kecil bukan seperti restoran, hanya cukup untuk sekitar 15 orang saja. Tapi tempatnya bersih dan yang punya rajin ke masjid, lho? Hehe... Menu yang dijual seperti macam-macam nasi goreng, mie goreng, koloke, cap cay, fu yung hay, dan tumisan lainnya.

Rata-rata sih sudah pernah semua dan rata-rata juga mendapatkan nilai 7,5 lah, cocok buat saya. Soal harga mulai dari IDR 9K - 15K. Nah kalau mau makan hemat saat ultah bisa juga memilih tempat ini. Karena free dua menu dengan menunjukkan KTP. Tapi sebelumnya kamu harus bilang dulu sebelum memesan dan menunjukkan bukti bahwa kamu sedang berulang tahun hari itu. Mantap kan? Bulan depan saya mau nyobain fitur ini, wkwkw. Jam operasionalnya saat ini adalah setiap hari setelah ashar sampai malam biasanya jam 11:00 PM atau bisa tutup lebih cepat kalau sudah habis duluan. Nah bagi warga Kapas Gading Madya Surabaya dan sekitarnya, mungkin ini bisa jadi referensi makan kamu kalau bosan dengan menu penyetan atau sego sambel.

Menu dan Price List
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Kondisi Warungnya
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Koloke Ayam DIbungkus
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Nasi Jagung Ampel Surabaya

Suasana di Warung Nasi Jagung Ampel
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Masih dari kawasan Wisata Religi Ampel Surabaya saya melaporkan dengan keadaan happy tummy. Hehe... Kalau kalian pikir di daerah Ampel kita cuma bisa bertemu nasi kebuli, kambing bakar, gule, roti maryam dan semacamnya, kalian salah besar gaes. Kali ini saya mengunjungi warung nasi jagung spesial. Benar-benar warung gaes, dengan tenda, meja kayu, dan kursi plastik di piggir jalan. Ceritanya waktu itu saya makan bersama Dugs, sahabat-sahabat saya tercinta. Mampir ke warung ini atas referensi dari Taufik. Ancer-ancer warung ini sih Jalan Pegirian deretan pasar buah atau amannya cari saja warung yang ramai dan sampe antre berseberangan dengan PD Rumah Potong Hewan yang biasanya disebut jagalan hewan. Don't be afraid gaes waktu lihat antreannya karena yang kalian butuhkan hanyalah sedikit rasa sabar yang dianugerahkan Tuhan pada manusia. 

Tampilan Menu di Warung Nasi Jagung Ampel
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Awalnya saya pikir menu nasi jagung itu bakal ada lauk seperti urap, sabal pencit, ikan klotok, dan seperti pada umumnya di daerah rumah saya. Ternyata saya salah besar, tampilannya malah bikin ragu. Yang yakin malah cuma si nasi jagung dan peyek udang. Bagaimana enggak ragu? Ada potongan babat dan kikil yang saya biasanya enggak suka karena makanan gak jelas. Ternyata setelah saya cicip segigit itu babat gorengnya, bikin terharu karena enak banget. Kayaknya ini makanan yang diturunkan dari Surga deh. Kalau di Surga udah sempurna banget makan beginian malem-malem dan sering-sering bakal sehat wal afiat terus, nah ini masih di dunia bro di Surabaya yang kalau sering makan beginian pasti bakal terjadi sesuatu sama kesehatanmu. Oh my God rasanya pengen makan itu lagi. Tampilan boleh menipu tapi rasa gak pernah bohong, seperti yang dikatakan mie sedup. Yang dijual di sana gak macam-macam. Cuma nasi jagung beserta kawan-kawannya seperti babat goreng, belut goreng yang dipotong kecil-kecil, kikil, peyek udang, dan sambel yang sedikit. Minumannya juga gak banyak pilihan, cuma teh hangat atau dingin, jeruk hangat atau dingin yang waktu itu kosong, dan juga sinom yang disajikan dalam botol-botol di meja lalu kita tinggal minta gelas dan esnya saja. Untuk harga termasuk masih aman di kantong yaitu sekitar IDR 20K makan dan minum es teh. Jam operasionalnya kira-kira sore sampai malam hari. Yang harus diperhatikan baik-baik waktu makan di sini yaitu "mbok yo rumongso lek mangan ojok suwe-suwe, sing antri iku lho akeh." hahaha... Selamat makan!

Sunday, December 28, 2014

Depot Mas Hakim di Ampel

Setelah sebelumnya saya menikmati makanan khas Timur Tengah di kawasan KH. Mas Mansyur yang masih dalam kawasan Ampel, kini saya balas dendam untuk mencoba di dalam kawasan Ampel. Ceritanya sedang sengaja ke Ampel untuk membeli sajadah bersama Ibu. Nah sebagai anak yang berbakti karena telah membuat Ibu saya kecapekan, saya pengen mempersembahkan sesuatu yang seru dong. Hehe... Saya aja Ibu saya ke Depot Mas Hakim yang ternyata buka. Lumayan rame kondisinya waktu itu. Jadi saya tawari ibu saya untuk memesan dan beliau bilang untu terserah saya saja. Akhirnya saya tawari nasi kebuli kambing yang paling dicari di depot ini. Kok ya Alhamdulillah Ibu saya itu sehat wal afiat jadi diajak makan kambing juga tidak masalah. Karena biasanya kebanyakan orang kalau sudah berumur banyak pantangan makanannya. Semoga sehatnya nular ke anaknya ya buk...

Akhirnya saya pun memesan dua porsi Nasi Kebuli Kambing dan dua gelas Es Jeruk. Saya tidak akan memesan kambing bakar atau kambing goreng secara terpisah, meski nikmat tapi dompet saya bisa nangis kalo pesan itu, haha. Sepanjang makan sih saya senang selain karena makanannya bikin terharu juga lihat Ibu saya yang makan dengan lahap. Kebayang kan, seorang Ibu itu biasanya kalau makan paling ngalah di rumah. Saat yang lain makan makanan yang baru Ibu masak, Ibu sendiri makan masakan yang kemarin masih ada sisa. Itu sebabnya saya suka kalau mengajak Ibu makan di luar.

Soal rasa menurut saya yang ini endes banget. Lebih nendang dari punya Warung Jumbo. Soal porsi juga menurut saya lebih jumbo dari Warung Jumbo haha. Kambing yang turut serta juga empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Cuma sayang sekali makanan selezat ini tidak memakai brasmati yang panjang-panjang dan khas itu. Kalau pakai yang itu pasti makin sempurna. Untuk sistem pelayanan di depot ini ketika duduk kita akan disodori menu makanan dan kita tulis sendiri hendak memesan apa. Setelah itu kita serahkan ke pelayannya. Setelah makan kita tinggal membayarnya di kasir. Selain menyediakan nasi kebuli atau briyani, di sini juga menyediakan menu makanan seperti di warung-warung khas Jawa Timur biasanya. Dan juga ada martabak beserta temannya terbul alias terang bulan. Soal harga di sini masih sewajarnya harga makanan Timur Tengah. Seporsi Nasi Kebuli Kambing ini harganya Rp 27 ribu dan es jeruknya Rp 12 ribu.
Nasi Kebuli Kambing
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Lokasi: Depot Mas Hakim Ampel (masuk di gang Ampel Suci, deretan penjual sajadan dan asesoris tempat belanja di Ampel). Tersedia sekitar 8 meja di depotnya dan satu meja bisa untuk 4 orang. 
Kebersihan: 8/10 karena memang bersih termpatnya.
Pelayanan: 9/10 tidak harus menunggu lama untuk menikmati makanan yang kita pesan.
Jam Buka: Dari jam 10 pagi sampai jam 22 malam. Jika hari kamis malam jumat legi sampai pukul 02 pagi karena peziarah yang datang lebih ramai.

Friday, October 24, 2014

Warung Jumbo Surabaya

Nama warung ini sekilas memang tidak mencerminkan kalau menyediakan berbagai menu khas Timur Tengah seperti warung makan atau restoran lainnya di kawasan Ampel. Itu juga yang menyebabkan saya dan teman-teman seharian serasa dibully oleh nasi kebuli. Kira-kira itu seminggu atau dua minggu setelah Hari Raya Idul Fitri 1435H, saya dan teman-teman saya itu ingin menikmati masakan Timur Tengah. Berangkat jam dua siang dengan harapan ketika di Ampel kami bisa duduk manis di Depot Mas Hakim dan mengunyah nasi kebuli yang sedap itu. Tapi tak disangka ternyata Mas Hakim tutup pemirsa. Tanpa pikir panjang saya mengluarkan telepon pintar yang alhamdulillah ada pulsanya untuk mencari rumah makan lain yang menyediakan menu serupa. Akhirnya dapat beberapa referensi rumah makan di Jalan KH. Mas Mansyur dan ada yang perna direview Pak Bondan juga. 

Setelah meluncur eh ternyata kami tak menemukan satupun yang buka. Masa iya masih efek lebaran pikir kami. Tak menyerah kami sampai bolak-balik Jalan KH. Mas Mansyur sekitar tiga kali. Sampai akhirnya kembali ke Ampel buat sholat maghrib. Tak menyerah akhirnya kami menengok sebuah rumah makan yang buka dan ternyata menyediakan menu yang kami maksud. Ya siapa yang menyangkan kalau Warung Jumbo menyediakan masakan Timur Tengah, karena namanya yang tak menyiratkan keArab-Araban. 

Rasanya kelaparan tapi hampir hilang nafsu makan karena dibully nasi kebuli seharian. Kami memutuskan untuk memesan 4 nasi kebuli saja tan pa lauk dan seporsi kambing oven lalu dengan minum es jeruk. Alamak es jeruknya mengajak berantem, masa iya harganya hampir sama seperti seporsi nasi kebuli. Nanti akan saya lampirkan struknya, haha. 

Cuma bisa nyengir lihat harganya, normal sih tapi masih gak terima sama es jeruknya :p

Es jeruk nikmat tapi maaf agak laknat haha

Akhirnya makanan tiba
Entah kelaparan atau memang porsi nasinya yang kecil, menurut saya ini sedikit. Ya untuk ukuran saya yang bisasanya tidak terlalu suka ada banyak nasi di piring sudah pas sih. Tapi untuk ukuran orang kelaparan seperti kami, mungkin ini sedikit. Nasinya enak tidak terlalu oily tapi menurut saya kurang nendang rasanya. Rempah-rempahnya kurang terasa. Efek kismis dengan nasi kebuli itu bikin seger banget dipadu sama khas rempah-rempahnya. Yooo jadi kismisnya kurang banyak, haha. Untuk kambing ovennya sendiri jujur dan tulus dari hati rasanya mancaaaaap. Selain itu lembut dan lumer di mulut sampai-sampai bisa tersisa tulangnya aja. Tapi saya yakin kalau tulang kambing ovennya juga kena efek bumbu dan rempah-rempahnya. Tapi ya gak segitunya sih sampai mau ngejilat tulang-tulangnya segala. Haha... kayak gukguk dong nanti apalagi saya memang buka tipe orang yang suka ngerokoti balungan. Beda sama teman saya yang lain kalau makan soto suka minta balungan, haha piss rek. Selain menu yang saya pesan ada juga nasi tomat, nasi briyani kambing, gule, kari, kambing oven madu, dan menu khas Timur Tengah lainnya. Jadi jangan ragu kalau mau mampir, menunya banyak. Selama mencoba dan selamat makan.

Lokasi: Warung Jumbo Jalan KH. Mas Mansyur 189 Surabaya ( tempatnya luas dengan meja yang besar, cocok juga untuk makan rame-rame.
Rasa : 7,5/10 karena kurang nendang rempah-rempah  nasi kebulinya. Dan untuk kambing ovennya 8/10.
Kebersihan: 7/10 karena lantai di warungnya waktu itu agak kotor.
Pelayanan: 9/10 karena ramah dan termasuk cepat.
Jam buka: Mungkin dari pagi sampai malam karena waktu itu saya lihat siang sudah buka dan habis maghrib makan di sana.

Monday, September 15, 2014

Nyasar di Kedai Kaisar

Kedai Kaisar yang terletak di Jalan Bromo Surabaya adalah sebuah warung makan yang menyediakan masakan China. Tempatnya lumayan besar, jadi bisa untuk rame-rame. Makanan yang saya pesan termasuk cocok di lidah saya dan enak banget.

Eits sebelum melangkah lebih jauh, saya akan menceritakan sebuah kisah yang membawa saya dan teman saya, Tata sampai bisa terdampar di sini. Alkisah, pada malam hari masuklah sebuah notifikasi twitter dari Tata yang mengajak saya ke pembukaan sebuah kopitiam di Tune Hotel Surabaya. Akun twitter dari kopitiam itu sendiri menyatakan akan memberikan diskon 50% untuk minuman di tanggal kedatangan saya sampai beberapa hari berikutnya. Kebetulan saya menggandrungi salah satu minuman di kopitiam tersebut. Eh setelah datang ke sana ternyata di pintu ada tulisan "Tutup alias close." Yang terlihat adalah ramainya acara pembukaan hotel. Lalu kami beranikan diri menanyakan ke karyawan kopitiam tersebut sesuai dengan info yang saya dapatkan melalui twitter. Hasilnya mereka meminta maaf karena kurang komunikasi dengan pusat bahwa hari itu mereka fokus melayani tamu-tamu di pembukaan hotel.

Bedug maghrib sudah terdengar dan kami gagal membatalkan puasa di sana. Awalnya karyawan tersebut menawarkan untuk turut berbuka puasa di sana tapi kami menolaknya karena sungkan. Yasudah sejurus kami pulang ke rumah Tata, dia mengusulkan mampir di warung makan. Yang tadinya gaya banget gak siap makan di warung jadinya semangat banget setelah baca menu. Yap ada menu kwetiau goreng yang jadi favorit saya sejak pulang dari Singapura, haha meskipun gak sama dengan yang di sana.


Yang atas Kwetiau Ayam dan yang bawah seafood
Soal rasa saya gak nyangka kalo ini enak. Maksudnya berasa bumbu-bumbunya, enggak tasteless sama sekali. Kwetiaunya menurut saya banyak dan seafoodnya banyak. Terkadang ada juga yang jualan tapi setiap kali kita sendok selalu dapetnya banyak sayurnya daripada kwetiau dan seafoodnya. Dari angka 10 makanan ini dapat nilai 8 di lidah saya. Jadi pengen ke sana lagi, pesen kwetiau lagi hehe.

Menurut saya tempatnya juga nyaman dan bersih. Mejanya ada lebih dari 5 tentunya bisa untuk banyak orang. Jika mau pesan kita diberi daftar menu dan selembar kertas untuk menulis pesanan kita. Untuk membayar juga ada bagian kasirnya sendiri. Tempatnya sederhana tidak memakai AC tapi kipas angin wehehe, gak masalah sih yang penting menunya enak. Untuk jam bukanya saya kurang tahu, huhu maaf ya.

Setelah pulang dari sana saya dapat berkah bertubi-tubi sampai akhirnya bisa makan di Kopi Oey secara gratis. Bagaimana ceritanya? nanti di postingan selanjutnya akan kita bahas. Sampai jumpa...

Sunday, September 7, 2014

Keblinger Marugame Udon ID

Sejak Marugame Udon dan Tempura buka di Tunjungan Plaza 3 lantai 5 Surabaya, saya sudah menyambanginya dua kali. Yang pertama yaitu ketika pembukaan eh sebelum dibuka untuk umum sih dan yang kedua setelah idul fitri. Yang pertama sudah saya review di sini dan yang kedua kali ini. Hehe... padahal yang dipesan menu yang sama.

Kalau mau cari Marugame Udon gampang sih, dari eskalator kalau mau ke lantai 5 udah pasti kelihatan. Sebenernya ke sini yang kedua barengan sama temen saya Nurul mumpung masih punya voucher gratis satu makan dan minuman jadi maaf ya buat Nurul saya harus gratis, hehe. Waktu itu saya baru saja balik dari Jombang-Surabaya dengan berkendara roda dua, berasa banget lapernya. Sore harinya langsung tancap gas ke sana. 

Oke deh tanpa babibu sebelum pesan saya serahkan dulu voucher yang akan saya gunakan, karena emang gitu kan peraturannya kalau pakai voucher. Mumpung gratis satu udon dan satu minum saya pesennya Beef Curry Udon dan minum ocha dingin, tidak lupa dengan tambahan tempura udang dan telur omega (yang ini baru bayar sendiri). Sedangkan Nurul pesan Niku Udon dan minum soda, jiah dia gak suka ocha padahal menurutku di sini ochanya juara. Untuk detail mengenai interior dan cara pesan bisa baca di link yang saya bagikan di atas. Oh ya ada meja yang menyediakan macam-macam tambahan untuk udon kita. Yaitu ada kremesan dari tempuranya, irisan daun bawang, irisan cabe, dan wijen. Oh ya,  untuk ocha kita bisa isi ulang sesuka hati lho. Halah nulis ini aja sambil ngiler. Haha...

Beef Curry Udon
Beef Curry Udon, tempura udang dan telur omega.
Foto oleh: Nurul

Namanya saja beef curry udon ya jadi udon yang disiram kuah kari kental dengan toppinh daging. Menurut saya tekstur udonnnya lembut, kenyal dan banyak. Hehe.. Kuah karinya kental, rasanya gurih tapi ada manisnya. Beda sama kari india, haha malah dibandingin. Dagingnya juga banyak dan lembut. Kalau kata saya, ini rasa yang bisa diterima oleh lidah saya sebagai orang Jawa dan Indonesia. Pantes lah harga dan makanannya. Untuk penilaian, ini bisa nyampe 10 nih menurut saya. Untuk yang suka pedas bisa ditambah dengan bubuk cabai atau irisan cabai. Kalau saya dua-duanya, haha... Meskipun gak suka pedas tapi kalau makan gak ada pedasnya gak enak. Apalagi rasa karinya yang sama sekali gak ada pedasnya.

Kalau soal tempura sih karena saya pengen itu telur omega tapi juga pengen tempura udangnya jadilah saya kemaruk ambil dua-duanya. Padahal ya makan udon aja udah kenyang banget, kayaknya ya saya ini memang lagi laper banget. Saya ceritain ya, itu lembut banget telur omeganya waktu digigit. Untuk tempura udangnya mantep banget, udangnya besar dan kriuknya itu lho bikin saya krucuk-krucuk waktu nulis ini. Ini juga bisa dapet nilai 10 dari saya. 

Niku Udon
Niku Udon dan seabrek irisan cabe
Foto oleh: Nurul
Kalau yang satu ini adalah milik Nurul. Niku di sini adalah udon dengan kuah sup ikan yang diberi topping beef seperti si beef curry udon saya. Menurut pendapat teman saya sih ini adalah rasa yang masih bisa ditolerir oleh lidah orang Indonesia, lidah Jawa kali ya? hehe... Saya juga ikut mencicipi sih tapi sekadar nyicip kuahnya aja. Yaiyalah kan udah punya mie udon sama beefnya sendiri. Menurut saya enak sih, dapat nilai 8 lah menurut saya. Tapi secara pribadi saya lebih suka beef curry udon daripada Niku Udon.

Tips nih buat yang mau ke Marugame Udon TP3:

  1. Datang di saat jam buka ya, jam buka mall pastinya. Haha kalo jam tutup kita ga bisa makan, soalnya mallnya aja tutup.
  2. Mending ke sana pas ngerasa laper banget banget biar lebih nikmat.
  3. Jangan ambil tempat duduk dulu kalau belum pesen. Pengalaman temen sih, nanti kalian gak boleh duduk harus pesen dulu. 
  4. Eh iya info buat yang bawa baby ke sana ada tempat duduk untuk baby kok.